CEK ID FACEBOOK

Rabu, 26 Oktober 2011

Ajaran Paulus

Ajaran Paulus

Paulus mengajarkan doktrin sebagai berikut:
-----------------------------------------------------
1. Konsep Tuhan Anak, ia mengatakan bahwa Allah mempunyai anak sulung
(I Korintus 8: 6; Kolose 1: 5; dan 1 Timotius)

2. Inkarnasi, menurut Paulus Yesus telah melakukan inkarnasi di bumi melalui benih Daud (Roma 1: 3-4; Galatia 4: 4-5; Kolose 1: 15; dan Ibrani 1: 3)

3. Dosa Waris, bahwa manusia seharusnya hidup kekal di sorga. Tapi karena kesalahan Adam manusia diletakkan di bumi. Dosa yang telah diperbuat Adam itu terus dipikul oleh keturunannya (Roma 5: 12-18; 1 Korintus 15: 21-26).

4. Penyaliban dan Penebusan, bahwa Yesus menyerahkan dirinya untuk berkorban menebus dosa manusia hingga mati di tiang salib. Orang yang beriman kepadanya akan beroleh hidup kekal di sorga (Roma 5: 18; 6: 10-11, II Korintus 15: 14, 1 Timotius 2: 6)

5. Konsep Kebangkitan, bahwa Yesus itu setelah disalib dan dikuburkan tiga hari dibangkitkan dari kematiannya
(Roma 6:4-18; 10: 9; I Korintus 15: 17-20; II Timotius 2: 8)

6. Naik ke Langit, bahwa Yesus setelah kebangkitannya naik ke langit dan bersemayam di sebelah kanan Tuhan Bapa
(Efesus 1: 19-20; Kolose 3: 1)

7. Tuhan Yesus, bahwa setiap orang harus percaya bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 10: 9)

Doktrin-doktrin ini dengan mudah diterima oleh masyarakat setempat yang sebelumnya memang memiliki system kepercayaan seperti itu. Padahal seluruh kepercayaan itu hanyalah dusta belaka sebagaimana dikatakan Paulus sendiri dalam suratnya kepada Jemaat di Roma 3: 7 yang berbunyi sebagai berikut:

"Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaanNya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?"

Asal-usul Paulus dan kebohongannya
Saul atau lebih dikenal dengan Paulus adalah seorang Yahudi keturunan suku Benyamin (salah seorang anak Nabi Syu’aib as.) yang berfikiran filsafat Yunani. Dialah yang sebenarnya mendirikan ajaran Kristen yang sekarang kita kenal.

Dia datang dari kota Tarsus, Kikilia. Dari literatur sejarah, Paulus masuk ke dalam lingkaran kaum Nashrani sekitar tahun 38 M atau 70 M. Pada awalnya dia adalah seorang yang menganut faham Farusyin yang sangat anti kepada ajaran Nabi Isa as. (Yesus). Saat Yesus menyebarkan ajaran Tauhidnya, Paulus termasuk penentang yang paling keras.  



Paulus adalah kaki tangan penjajah Romawi untuk rakyat Palestina. Paulus sebenarnya tidak mengenal Yesus walaupun dia se-zaman dan sangat memusuhinya. Bahkan dia tidak pernah bertemu dengan Yesus. Dia hanya tahu tentang Yesus dari para muridnya yang dikenal dengan Al-Hawariyyun yang saat itu juga sangat dimusuhi olehnya.


Ketika Yesus sudah tidak ada, Paulus mendapat tugas membasmi dan menangkap pengikut-pengikut Yesus yang lari ke Damsyik. Namun ketika dia pulang ke Palestina, dia tidak kembali kepada pemerintah Romawi yang menugaskannya, dia malah pergi ke tempat-tempat beribadat penganut Nashrani (Kristen) dan memperlihatkan dirinya telah menganut Nasrani.  

Disaat dia ditanya oleh kaum Nashrani “kenapa tuan datang ke tempat ini, padahal tuan membenci pengajaran yang kami anut?”.

Dia pun mengarang cerita untuk menjawabnya dan meyakinkan kaum Nashrani dengan khayalannya tersebut “Ketika aku berada di Damsyik pada tengah hari, aku melihat dari langit cahaya yang memancar, aku pun gemetar. Kemudian terdengar suara dari langit ‘Wahai Saul (Paulus), apa sebabnya engkau menganiaya aku? Engkau melawan murid-muridku, sebenarnya akulah yang engkau aniaya!’ lalu aku menyahut ‘Siapakah engkau ini?’ maka terdengarlah olehku sabda Tuhan ‘Akulah Yesus yang telah engkau aniaya itu. Sulitlah bagimu untuk menghindarkan dosa’ maka aku akan segera kembali dari Damsyik dengan sadar dan bertaubat, dan terus ke tempat ini ikut bersamamu”.

Pada awalnya, penganut Nashrani tidaklah percaya kepadanya. Tetapi akibat kepandaian Paulus dalam hal berbicara dan bergaul, akhirnya banyak juga yang percaya padanya.  

Sejak itu Paulus giat belajar agama Nashrani sampai faham betul dan mengerti. Ia pun menjadi seorang yang dikenal sebagai mubaligh Nashrani. Ia mendakwahkannya sampai ke negeri jauh seperti Antighia dan negeri-negeri lain yang tidak tersentuh agama Yahudi, dan akhirnya sampai ke Roma.  

Kebohongan Ajaran Paulus
Jika kita membuka kitab Galatia dalam Alkitab, kita akan dapat menemukan banyak kebohongan-kebohongan yang ditulis Paulus. Berikut kutipan Galatia 1:10-24 yang cukup mewakili dalil dusta Paulus:

“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. (10)

Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. (11-12)

Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. (13)

Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. (14)

Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. (15-16)

juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. (17)

Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. (18) Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. (19-20)

Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. (21-22)

Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. Dan mereka memuliakan Allah karena aku. (22-23)

” Dari dalil-dalil Alkitab yang ditulis Paulus di atas, terdapat beberapa fakta mendasar mengenai kebohongan Paulus.

Paulus mengaku injilnya bukan dari manusia, melainkan berasal dari Yesus (ayat 12)
Injil yang mana yang dimaksud Paulus di atas? Mengapa sekarang tidak ada injil tulisan Paulus? Jika yang dimaksud adalah keempat injil Kanonik, bukankah injil kanonik sendiri ditulis jauh setelah Yesus tiada oleh masing-masing penulis? Pernyataan Paulus sama sekali tidak mendasar.

Paulus mengaku dia adalah pilihan Tuhan sejak dalam kandungan (ayat 15)
Faktanya dia adalah seorang pembohong besar. Lebih jauh dari itu, jika ia adalah makhluk pilihan tuhan sejak dalam kandungan, maka mengapa dia bertaubat? Sungguh tidak logis.

Dia mengaku mendapat wahyu dari Yesus dan mengajarkannya kepada bangsa non-Yahudi (ayat 16)
Seperti kita ketahui bahwa ajaran Islam mengatakan bahwa Yesus hanya diutus untuk bangsa Israel dan meneruskan risalah para rosul bangsa Israel. Dan dalam ajaran Injil Kanonik –yang sekarang dipegang oleh umat Kristen− juga menegaskan ajaran Yesus hanya untuk domba-domba Bani Israel yang tersesat.

Maka bagaimana mungkin seorang Paulus yang (katanya) mendapat ajaran dari Yesus dan mengajarkannya kepada bangsa non-Yahudi? Kalau benar begitu, mengapa tidak Yesus sendiri yang mengajarkan ajarannya kepada bangsa non-Yahudi? Pernyataannya tidak masuk akal.

Paulus mengaku bahwa wajahnya tidak dikenal dikalangan Kristen Yudea (ayat 22)
Yudea adalah sebuah tempat dimana Yesus mengajarkan ajarannya. Tempat itu dihuni oleh orang-orang Israel keturunan Yehuda (salah seorang anak Nabi Syu’ab as.).

ada beberapa kemustahilan dalil itu di sini:
Pertama; Bagaimana mungkin orang-orang Israel yang diberi pengajaran oleh Yesus tidak mengenal seorang utusan Yesus? Hal ini menjadi mungkin jika Paulus itu berdusta.

Kedua; Umat Israel sendiri tidak mengakui kebenaran Yesus bahkan mereka memburu dan menyalibnya. Namun dari sini kita bisa melihat ketidak-mungkinan seorang Paulus bisa diterima oleh mereka. Sebenarnya siapakah yang mengajarkan ajaran Kristen di Yudea? Benar-benar orang yang bodoh!

Pengaruhnya hingga sekarang
Dunia Barat yang saat itu diwakili oleh kekuasaan Imperium Romawi yang berpusat di Roma, dalam sejarahnya tidak memiliki seorang pun nabi. Karena faktanya para nabi semuanya berasal dari timur. Karena itulah saat Paulus menyebarkan ajarannya kepada orang-orang Roma, mereka dengan senang menyambutnya dan menjadikan Paulus sebagai nabinya orang Barat.

Perpindahan Paulus menjadi pengikut Yesus menjadi sebuah titik penting yang tidak bisa dipisahkan dalam sejarah agama Kristen. Konsep-konsep theology Paulus menyebabkan agama ini mudah diterima dari berbagai kalangan. Paulus telah melakukan perubahan-perubahan besar dalam ajaran Yesus sehingga ajaran Kristen yang pada awalnya bersifat Tauhid (Tuhan yg Esa) berubah menjadi condong kepada kemusyrikan (Trinitas).

Disinilah letak peran Paulus dalam membentuk akidah kaum Nashrani yang selama ini kita kenal dan menyebabkan agama Kristen sesungguhnya dibangun oleh Paulus, bukan Yesus Kristus.

Konsep yang dibangun olehnya adalah konsep Trinitas atau tiga Tuhan yang diadopsi dari konsep kepercayaan kepada Dewa-dewi dalam agama pagan. Konsep Trinitas itu adalah Yesus sebagai Tuhan anak, Allah adalah Tuhan bapa, sementara Maria adalah Tuhan ibu. Faham ini tentunya menjadi senjata ampuh oleh Paulus untuk mendoktrin orang-orang yang beragama pagan agar pindah kepada agamanya.

Perubahan konsep ketuhan oleh Paulus telah membuat kaum barat dengan Romawi-nya hijrah besar-besaran dari agama pagan ke dalam agama Kristen.

Disebabkan mereka sejak awal beragama pagan yang menganut faham Trinitas, maka mereka dengan sangat mudah dapat menerima ajaran tersebut dengan faham yang sama yakni Trinitas. Selanjutnya Paulus menyebut ajaran yang dibawanya dengan nama Katholica yang berarti ‘Agama untuk umum’. Dalam literatur bahasa Indonesia disebut Katolik. 

BIODATA PAULUS
-------------------
Nama             : Paulus/Saulus (Gal.5: 2; Kis.13: 9)
Tempat lahir  : Tarsus, Kilikia (Kis.22: 3)
Pekerjaan      : Tuna Karya (Rm.15: 23)
Jabatan         : Mengaku Rasul buat bangsa bukan Yahudi (Rm. 11: 13; Ef. 3: 8; I Tim. 2: 7; Gal. 2: 7), Allah Bapa bagi umat Kristen (I Kor. 4: 15), Pendiri agama Kristen (Kis. 11: 26; I Kor. 9: 1-2).
Disunat          : pada hari kedelapan (Flp. 3: 5)

Asal               : Yahudi dari Tarsus (Kis. 21: 39; Kls. 22: 3)
Keturunan     : Orang Israel (Rm. 11: 1), Ibrani asli (Flp. 3: 5)
Suku bangsa : Benjamin (Flp. 3: 5; Rm. 11: 1)
Kewarganegaraan : Romawi (Kis. 22: 25-29).
Dididik oleh   : Gamalael (Kis. 22: 3)

Agama         : Yahudi tidak bercacat (Flp. 3: 6; Kis. 24: 14)
Status          : Tidak beristeri (I Kor. 7:
Pendirian     : Orang Farisi (Flp. 3: 5)

Kegiatan :
Penganiaya pengikut Jalan Tuhan sampai mati, ganas tanpa batas dan penghujat (Flp. 3: 6; Kls. 8: 1-3; 22: 4-5; 26: 10-11; Gal. 1: 13; I Tim. 1: 13; I Kor. 15: 8-9; Kis. 9: 1-2).

Ciri khusus :
Bersifat bunglon (I Kor. 9: 20-22; Kis. 23: 6), Punya kelainan (Rm. 7:15-26), Munafik (Kis. 21: 20-26; Flp. 3; 8-9; Gal. 5: 18; Rm. 6: 14; 7: 6; I Kor. 15: 55-56), Memberitakan kebenaran Allah dengan dusta (Rm. 3: 5-7), bergembira memberitakan Yesus walau dengan kabar palsu (Fil. 1: 18).

Mengalami :
Berbicara dengan Tuhan (I Kor.12: 8-9), kemaluan (Paulus) ditinju dan ditendang oleh Yesus (Kis. 9: 5).

Akhir hayat :
Mulutnya ditampar atas perintah Imam Besar (Kis. 23: 2), dijatuhi hukuman pancung oleh penguasa Romawi
(Martyrs Mirror).

CATATAN :
--------------
khalifah, Al-Masih mengangkat Petrus sebagai Rasul dan sebagai khalifah-nya untuk mengepalai sahabat2nya, dan mengurus orang2 Kristen. Maka Paus menjadi khalifah Petrus dalam mengepalai gereja yang didirikan oleh Petrus sendiri dan dalam mengatur orang2 kristen. dengan demikian, paus menjadi khalifah Al-Masih dengan kekuasaan dan kedudukannya.

Inkarnasi adalah kepercayaan orang2 Kristen yang menyatakan bahwa roti yang dimakan mereka dan anggur yang diminum mereka pada santapan malam ketuhanan pada hari Paskah berubah menjadi daging dan darah Isa as. Barang siapa yg memakan roti dan meminum anggur tersebut, menurut kepercayaan mereka, maka ia telah memasukan Almasih kedalam tubuhnya dan dia telah bercampur baur dengan Al Masih dan dengan ajaran2nya.

Pengampunan dosa.Pengampunan dosa telah menjadi bid'ah yang aneh. jika paus hendak mendirikan gereja atau mengumpulkan uang untuk suatu hal, maka ia mencetak surat2 pengampunan yang dibagikan kepada pengikut2nya untuk dijual seperti menjual saham2 serikat atau kertas lotre. Di dalam surat itu di cantumkan nama yang akan di ampuni dosanya, baik dosa yang akan datang maupun yang telah lalu. surat pengampunan ini merupakan surat ijin untuk melakukan kejahatan setelah di jamin surga bagi orang yg beruntung itu.


Paulus Masuk Neraka Menurut Injil Matius
-----------------------------------------------------------
Umat Kristen percaya bahwa Bible adalah wahyu Tuhan, maka umat Kristen pun harus mengakui kebenaran yang diucapkan oleh Yesus yang diklaim telah direkam oleh Injil Matius mengenai larangan menyebut orang lain itu tolol.


Matius 5: 21 - 22 KJV
5:21 Ye have heard that it was said by them of old time, Thou shalt not kill; and whosoever shall kill shall be in danger of the judgment:

5:22 But I say unto you, That whosoever is angry with his brother without a cause shall be in danger of the judgment: and whosoever shall say to his brother, Raca, shall be in danger of the council: but whosoever shall say, Thou fool, shall be in danger of hell fire.

**Terjemahan
"Kamu telah dengar bahwa hal ini di zaman dahulu pernah diberitahu oleh mereka, kamu tidak boleh membunuh; dan siapapun yang membunuh akan diadili: Tapi saya berkata kepadamu, Bahwa siapapun yang memarahi saudaranya tanpa sebab maka akan diadili: dan siapapun yang mengatakan saudaranya, Raca, akan diajukan ke konsil, tapi siapapun yang mengatakan, Kamu tolol, akan dalam bahaya api neraka."


Catatan!
Pendeta Kristen telah mengedit Matius 5:21-22 yang seharusnya "fool" (tolol) menjadi "jahil"!

Matius 5 TB
21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.

22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.


Jadi menurut Injil Matius, orang yang menyebut "kamu tolol", maka orang tsb akan dimasukkan kedalam api neraka yang menyala-nyala. Dan di Perjanjian Baru pula, dapat kita temukan beberapa surat Paulus yang menceritakan kepada kita bahwa sang penulis yaitu Paulus menyebut orang lain "tolol". Mari kita simak dibawah ini:

1 Korintus 15: 35 - 36 KJV
"But someone will ask, "How are the dead raised? With what kind of body do they come?" "You Fool, What you sow does not come to life unless it dies."

(Tapi seseorang akan berkata, "Bagaimana orang mati dibangkitkan? Dengan jenis tubuh apa mereka datang?" "KAMU tolol, benih yang kamu tabur tidak akan menjadi hidup kalau ia tidak mati dulu.)


Catatan!
Pendeta Kristen ngedit Alkitab

Dalam Alkitab edisi Contemporary English Version (CEV), pendeta Kristen telah mengedit "kamu tolol" menjadi "jangan tolol (don't be foolish).

1 Korintus 15:36 CEV
"Don't be foolish. A seed must die before it can sprout from the ground."

Apa maksud pendeta Kristen ngedit perkataan Paulus ini ? Jangan tanya saya! Tanyakanlah langsung pada Pak Pendeta, katakan begini "Pak pendeta mengapa Anda ngedit 1 Korintus 15:36? Apakah karena Paulus akan masuk neraka berdasarkan Matius, sehingga Anda mengedit surat Paulus tsb?"

Galatians 3: 1 KJV
" O foolish Galatians, who hath bewitched you..."

"Wahai orang-orang Galatia b*d*h (t*l*l), siapa yang mempesonamu?

Demikian artikel ini dibuat dengan tujuan mengungkap Paulus si Pendusta dari kota Tarsus.

Daftar Pustaka
Paul will he be judged, oleh www.mostmerciful.com

Note:
-Mengenai "jahil", Apologist Kristen (situs sarapanpagi) berkelit bahwa jahil merupakan kata serapan Arab yang salah satu artinya yaitu "bodoh". Namun disinilah ketidakberanian LAI menyatakan kata eksplisit "tolol" dan lebih memilih kata ambigu "jahil"

BERARTI  telah mengimani ajaran paulus sbb :

Roma 3:7 Tetapi jika kebenaran Allah OLEH DUSTAKU semakin melimpah bagi
kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

Di ayat tersebut jelas sekali Paulus mengakui bahwa dirinya telah melakukan
kedustaan. Akan tetapi Paulus beralasan bahwa dustanya itu adalah demi
kemuliaan Allah.

Kesimpulan:
Paulus  Tukang dusta

0 komentar:

Posting Komentar

Alqur`an terjemah
Admin Von Edison alousci

 
Design by Blogger Themes | Bloggerized by Admin | free samples without surveys