CEK ID FACEBOOK

Kamis, 24 Januari 2013

RASULULLAH DALAM KITAB KITAB SUCI


1.Rasulullah  dalam Kitab Suci Agama farsi


  Agama Parsi adalah salah satu agama yang tertua didunia, setua atau mungkin lebih tua dari agama Hindu. Ada dua kumpulan Kitab Suci yaitu Dasatir dan Zand Avestra, yang mungkin bisa disebut sebagai Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bagi agama Parisi. Di Dasatir, no. 14, dihubungkan dengan nama Sasanll, bukan hanya sebuah pembenaran terhadap Doktrin dan Ajaran Islam, melainkan penjelasan atas kenabian dan kedatangan Muhammad saw. Masalah kenabian ini dinyatakan dalam susunan kalimat yang paling jelas dan didahului oleh pemandangan tentang kebejatan dan keruntuhan moral di Persia.
        Masalah kenabian Muhammad saw. ini tercantum dalam sebuah buku yang tetap buku yang tetap berada dalam penjagaan yang ketat di Paris, dan kata-katanya tidak dapat dijabarkan dalam dua interpretesi. Orang yang akan datang adalah seorang Arab. Orang-orang Persia akan bergabung dengannya dalam iman.
Candi-candi dewa api akan dihancurkan. Pujaan akan berganti. Orang-orang akan bersembahyang dengan menghadap Ka’bah. Dapatkah masalah kenabian yang sudah dinyatakan tersebut menyangkut orang lain Muhammad saw.
            Orang-orang Islam yang memiliki sedikit pengetahuan atau tidak sama sekali agama lain mungkin akan tercengang setelah menemukan bahwa Nabi Muhammad saw. telah dinyatakan kedatangannya dalam Kitab Suci ajaran Hindu, Parsi, dan budha, sekalipun kenyataan menunjukkan bahwa para pengikutnya menyembah lembu, matahari, api, alam dan tempat-tempat pemujaan. Tetapi orang-orang Muslim harus ingat bahwa didalam Kitab Suci Al-Qur’an, Allah telah berfirman bahwa setiap bangsa memiliki Nabi masing-masing. Oleh karena itu makanya, Kitab Suci mereka yang asli merupakan wujud inspirasi dari Tuhan. Saya berikan disini tiga ayat Kitab Suci Al Qur’an yang menyatakan dalam hal ini.
          Artinya : dan tidak ada, sesuatu umat pun melainkan telah ada Dalam kalangannya dahulu seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran.
(Al Qur’an Surat Faathir ayat 24)
          Artinya : Tiap-tiap satu umat ada seorang Rasul
(Al Quran Surat Yunus : 47)
          Artinya : dan (Kami telah mengutuskan) beberapa orang Rasul Yang telah Kami ceritakan kepadamu dahulu sebelum ini, dan Rasul-rasul Yang tidak Kami ceritakan hal mereka kepadamu.
(Al Qur’an Surat An Nisa’ ayat 164)
           Menurut sebuah hadits, Nabi Muhammad saw. pernah berkata bahwa ada Nabi sejumlah 124.000 (seratus dua puluh empat ribu) orang yang telah diutus sebelum beliau, dan seorang Mulism menghargai mereka sama tinggi dan tidak membedakan satupun diantara mereka (walaupun demikian jumlah Nabi yang pasti tidak diketahui).
          Jadi, sebaliknya, Nabi Muhammad saw. mengatakan bahwa keimanan dari seluruh Nabi-Nabi dari berbagai bangsa didunia ini merupakan bagian dari keimanan Islam, sehingga kitab-kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi-nabi sebelumnya ditemukan secara gamblang tentang akan datangnya Nabi terakhir, Muhammad saw.
        Saling membenarkan dan menguatkan ini merupakan bukti besar atas kebesaran Tuhan dan tindakan Yang Maha Kuasa atas kehidupan manusia, mempertebal keimanan pada agamanya secara umum, terutama agama Islam.

 2.Rasulullah  dalam Kitab Suci Agama Hindu

             Di dalam Kitab Suci Agama Hindu, banyak juga ditemukan secara jelas tentang masalah kenabian Muhammad saw. Beberapa diantaranya tercantum dalam Puranas. Yang tercantum dalam Bhavishya Purana adalah yang paling jelas daripada yang lainnya. Lima kata dari kiri ke kanan adalah sebuah nama dari Nabi Muhammad saw. Hal itu dinyatakan sebagai seorang Nabi dari sebuah wilayah, yang namanya Marusthanivasnan, yaitu daerah padang pasir di semenanjung Arab. Arya Samay, sebuah sekter dalam agama Hindu, telah mencoba untuk tidak meragukan lagi tentang kebenaran dari sang Purana ini. Alasannya ialah bahwa yang disebutkan itu tidak lain dan tidak bukan adalah seorang Nabi. Menurut Sanatanist Pandits, kumpulan naskah Hindu, tidak diragukan lagi sebagai yang benar-benar autentik.
Pernyataan tentang kenabian tersebut adalah sebagai berikut :
           Terjemahannya : Lalu seorang yang buta huruf dengan nama kehormatan Guru, yang bernama Muhammad, setia sekali terhadap pengikutnya. Raja (Bhoja dalam sebuah pemandangan), kepada siapa Dewa Besar, penduduk Arab, mensucikan diri dengan air Gangga, dan dengan lima hal dari gembala lebu menyampakan sandal kayu dan berdoa untuknya. Oh, penduduk Arabia dan Tuhan dari yang suci, kepada siapa aku memuja. Oh, kepada siapa yang telah menemukan banyak jalan dan cara untuk menghancurkan syaitan di muka bumi ini.oh, yang benar-benar buta huruf dari kumpulan orang yang buta huruf. Oh, orang yang tidak berdosa, semangat keimanan dan yang sempurna kebaikannya, yang menjadi pujaanku. Terimalah aku pada telapak kakimu.
 (Bhavishya Purana Parv 3, Khand 3, Adhya 3, Shalok 5-8) satu lagi lainnya :
           Terjemahan : Oh, orang-orang, dengarkan ini baik-baik. Orang yang terpuhi (Muhammad) akan datang diantara kamu. Kita letakkan para pendatang ditempat penampungan dari enampuluh ribu dan sembilan puluh musuh yang bertekuk lutut bersama duapuluh unta yang menempatkan posisinya menyentuh surga dan sedikit dibawahnya. Dia memberi Mamah Rishi ratusan keping emas, puluhan bola putar, tiga ratus kuda Arab, dan sepuluh ribu lembu.
(Atharva Veda, Kanda 20, Sukta 127, Mantra 1-3)

  3.Rasulullah  Menurut Kitab Suci Agama Budha

           Saya ingin mengingatkan para pembaca bahwa Kitab Suci, Agama Budha telah ditulis lebih dari satu macam bahasa, sehingga saya telah memilih intisari terjemahan dari sumber Sri Langka.
“Ananda berkata kepada Yang Dimuliakan : “Siapakah yang akan memberi pelajaran kepada kami jika tuan sudah pergi?”
          Yang dimuliakan menjawab : Aku ini bukanlah satu-satunya Budha yang datang ke dunia, juga bukanlah aku yang terakhir, Nanti pada saatnya akan datang Budha yang lain ke dunia ini, yang suci, yang unggul dan cemerlang, yang menampakkan kebijaksanaan dalam tingkah lakunya, yang memberikan harapan yang tahu tentang alam, seorang yang tiada bandingannya dalam memimpin, seorang yanh memberikan harapan, yang tahu tentang alam, seorang yang tiada bandingannya dalam memimpin, Dia akan menyelamatkan kamu kepadamu, Dia akan berkhutbah tentang agamanya, yang mulia dalam tujuannya. Dia akan menyatakan tentang agama kehidupan, yang kesemuanya asli dan sempurna, sebagaimana yang baru saja saya nyatakan. Pengikutnya akan sebanyak jutaan, sedangkan pengikutku hanya ratusan ribu.”
         Ananda berkata : “Bagaimana kami bisa mengetahui dia?”
         Yang dimuliakan menjawab : “Dia akan terkenal sebagai maitreya…”

       Kutipan diatas kelihatannya kontroversil. Sebagaimana yang pembaca lihat, bahwa Budha meramalkan akan datangnya seorang Yang Dimuliakan, dan dalam bahasa Kitab Suci Agama Budha yang disebut dengan Maitreya berarti seorang yang pengasih dan yang dimuliakan.
      Setelah meninggalnya sang Budha, para pengikutnya mencoba mencari siapa yang sebenarnya yang akan muncul sebagai seorang pemimpin dan sebagai Maitreya. Orang-orang Kristen juga telah mencari dan menyatakan Jesus sebagai Maitreya, orang-orang Hindu-pun berbuat serupa.
Seseorang yang mempelajari semuanya itu, nantinya akan sampai pada suatu kesimpulan bahwa tidak ada lainnya yang disebut Maitreya itu adalah Nabi Muhammad saw. sebagai satu-satunya Maitreya.
        Kita suci Al Qur’an berulang-ulang menyebut Muhammad saw. sebagai seorang pembawa rahmat seluruh alam dan kepada sema bangsa, sebagaimana saya sebutkan di muka, sebagai terjemahan dan yang dimaksud dengan Maitreya.
        Artinya : dan tiadalah Kami mengutuskan Engkau (Wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam.
(Al Qur’an Surat Al Anbiya’a ayat 107)

      Nabi Muhammad saw. sendiri telah berkata : “Tidaklah aku diutus untuk mengutuk, melainkan sebagaimana yang diharapkan oleh Tuhan sebagai pembawa rahmat.”
Jika pembawa tertarik untuk mendapatkan informasi lebih terperinci, dapat menemukannya dalam buku Muhammad in Parsi, Hindoo and Budhist Scriptures, oleh A. Vidrayathi dan U. ‘Ali, diterbitkan oleh Abbas Manzil Library, Allahabad, 3, India.

4.Rasulullah  dalam Injil Barnabas

            Bahwa orang-orang Kristen tidak mengakui adanya Injil Barnabas sebagian bagian tak terpisahkan dari Perjanjian Baru, dan tidak pernah disebut-sebut dalam kegiatan mereka di gereja-gereja. Injil Barbanas ini telah dinyatakan salah dan dikutuk oleh Jemaah Kristen sejak 300 tahun sebelum datangnya Muhammad saw. alasan yang paling menyolok, yang tidak kita ragukan lagi adalah karena di dalam Injil Barbanas ini telah dinyatakan salah dan dikutuk oleh Jemaah Kristen sejak 300 tahun sebelum datangnya Muhammad saw. Alasan yang paling menyolok, yang tidak kita ragukan lagi adalah karena didalam Injil Barbanas ini dinyatakan secara jelas dalam kata-kata dan kalimatnya tentang akan datangnya Nabi Muhammad saw.
         “Kemudian, Kata pendeta, “bagaimana pembawa berita gembira itu akan panggilan dan bagaimana tanda-tanda akan kedatangannya?”
          Jesus menjawab : “Nama dari pembawa berita gembira itu adalah menakjubkan; nama itu langsung diberikan sendiri oleh Tuhan ketika Ia menciptakan ruhnya, dan menempatkannya di dalam surga yang penuh keindahan. Tuhan berkata Tunggulah Muhammad, untuk sementara. Aku akan menciptakan surga, dunia, dan sejumlah besar makhluk yang hadir pertamakali, yang akan mengutukmu, akan dikutuk. Bilamana Aku datangkan engkau ke dunia, akan dikutuk. Bilamana Aku datangkan engkau kedunia, Aku akan datangkan kamu selaku Penyampai keselamatan bertutur kata tentang kebenaran, yang katamu akan selalu benar, sehingga bumi dan surga akan meninggalkannya, tetapi keimanan mereka tidak akan pernah meninggalkan mereka.”
           Muhammad adalah yang memperoleh rahmat atas namanya. Kemudian orang-orang yang berkerumun disekitarnya mengelurkan suara dan berkata: “Oh, Tuhan, datangkan kepada kami Penyampai itu. Oh, Muhammad, datanglah segera untuk keselamatan dunia.”
Itulah dia Jesus sebagai Nabi terakhir yang menyatakan akan datangnya Nabi Muhammad saw. sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Jesus tersebut, Al Qur’an menyatakan :

       Artinya : dan (sebutkanlah peristiwa) perempuan Yang telah menjaga kehormatan dan kesuciannya; lalu Kami tiupkan padanya dari roh (ciptaan) kami, dan Kami jadikan Dia dan Anaknya sebagai satu tanda (yang menunjukkan kekuasaan kami) bagi umat manusia.

         Kemudian firman Allah dalam ayat yang lain
Artinya : Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu ugama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi agama untuk kamu. (Al Quran Surat Al Maa-idah : 3)

5.Rasulullah dalam Taurat

            Beberapa pernyataan tentang masalah kenabian Muhammad saw, baik yang tercantum dalam Perjanjian Lama maupun perjanjian Baru. Deuteronomy, kitab nabi Musa a.s. berbicara dengan sangat jelasnya tentang akan timbulnya seorang Nabi (yang kemungkinan akan seperti Nabi Musa pula), dari antara saudara orang-orang Israel juga, yaitu keturunan Nabi Ismail a.s. atau bangsa Arab.
           Dalam pesan yang termaktub pada kitab Nabi Musa a.s. tersebut di atas tentang Nabi kita adalah merupakan sebuah bukti bahwa sebelumnya telah dicetuskan tentang akan kedatangannya. Tuhan telah dicetuskan tentang akan kedatangannya. Tuhan telah menyatakan sendiri di depan bangsa Israel bahwa Ia akan mendatangkan seorang Nabi yang juga dari kalangan mereka. Sekarang kita tidak meragukan lagi bahwa kata-kata “Keluarga bangsa Israel” bukan tidak mungkin atau sesuatu yang mustahil sebenarnya menyebutkan bukan selain keturunan Nabi Ismail a.s. dimana satu-satunya keturunan Ismail setelah berakhirnya keturunan Ishaq a.s. adalah Nabi Muhammad Saw. sendiri. Hal ini diterima oleh keduanya, baik oleh agama Yahudi maupun Nasrani bahwa wahyu tentang kenabian dari bangsa Israel tidak dibuat sebagaimana kata yang tersebut dalam ayat tersebut, melainkan hanya menyatakan maksud mereka sendiri, dimana selanjutnya mereka maksudkan orang-orang di antara mereka dengan bahasa mereka sendiri. Tetapi,       Kitab suci Al-Qur’an, sebaliknya menyebutkan tentang akan datangnya Nabi Muhammad Saw. melalui kata demi kata, yang merupakan sebuah fakta bahwa apa yang dimaksud dengan pernyataan “dan akan Kuletakkan kata-kata KU pada mulutnya,” tidaklah bisa diterapkan, kecuali hanya untuk Muhammad Saw.
            Dalam hal akan mengangkat seorang Nabi lagi, Tuhan telah berkata kepada Nabi Musa a.s. “Akan Kudatangkan seorang Nabi dari antara mereka.” Tetapi, menurut Deuteronomy 34 : 10, tidak akan didatangkan lagi seorang Nabi dari antara bangsa Israel yang seperti Nabi Musa a.s. Tidak akan ragu-ragu lagi bahwa kenyataan yang dijanjikan tentang kenabian tersebut, tidak lain dan tidak bukan hanyalah Muhammd saw. yang berasal dari keturunan Ismail a.s. yang juga saudara dari Israel (Ya’qub a.s.)
                Adalah Isaiah melihat dua pengendara dalam pemandangannya. Didalam pendapat kita, pesan tersebut di atas adalah menyangkut keimanan dari ajaran agama Yahudi yang asli. Dalam kereta perang yang ditarik dengan beberapa kedelai, dan sebuah kereta perang yang ditarik dengan beberapa ekor unta, dan seterusnya.” Sedangkan terjemahan Injil kedalam bahasa Latin menyatakan sebagai berikut : “Dia melihat sebuh kereta perang dengan dua pengendaara, satu diantarannya di atas seekor keledai, dan satu lainnya di atas seekor unta,….. dan seterusnya.”
            Tidaklah diragukan lagi bahwa dua pengendara yang disebutkan di atas oleh Nabi Isiah adalah suatu kebenaran ajaran agama yang diturunkan oleh Tuhan, dimana yang dimaksud dengan pengendara di atas seekor keledai adalah Nabi Isa a.s. (Jesus Kristus), karena dalam lingkungan Jerussalem tempat kenabiannya terdapat banyak keledai, sedangkan yang dimaksud dengan pengedara di atas seekor unta adalah Nabi Muhammad saw., yang merupakan Nabi dari semenanjung Arabia, di mana unta merupakan satu-satunya kendaraan yang paling utama di sana. Selanjutnya kenyataan sejarah menunjukkan bahwa katika kemenangan diraih oleh kaum Muslimin, Nabi Muhammad saw. memasuki kota Mekkah dengan agungnya dengan mengendarai seekor unta diikuti ribuan sahabat dan penduduknya.
            Masalah kenabian Muhammad saw. dalam Perjanjian Baru : Dari Injil Yahyu; Kenabian Muhammad saw. dalam bahasan Yunani asli.
            Kita tidak akan ragu-ragu sedikitpun bahwa kata perikalutas dalam bahasa latin yang dalam bahasa Inggrisnya comforter atau Pembawa Kabar Gembira, bukanlah yang dimaksudkan Yesus Kristus, tetapi sebenarnya adalah Parakletos, yang berarti tersohor, atau yang mulia, atau yang agung, atau yang terkenal, atau termansyhur, atau ternama, yang cocok sekali dengan pengertian dari nama Ahmad atau Muhammad dalam bahas Arab. Sir Wiliam Muir mengatakan bahwa kata Ahmad “haruslah ditujukan kepada seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, sebagai terjemahan atas kata Perikalutas dari versi bahasa Arab dalam Perjanjian Baru,” dan bahwa Parakletos (yang termasyhur) untuk mengganti Perikalutas dipalsukan dengan beberapa sebutan rahib di jaman Muhammad.” (Muir, life of Mohamet)
               Sehubungan dengan nama Ahmad, Kitab suci Al Qur’an menyatakan :
dan (ingatlah juga peristiwa) ketika Nabi Isa Ibni Maryam berkata: "Wahai Bani Israil, Sesungguhnya Aku ini pesuruh Allah kepada kamu, mengesahkan kebenaran Kitab Yang diturunkan sebelumku, Iaitu Kitab Taurat, dan memberikan berita gembira Dengan kedatangan seorang Rasul Yang akan datang kemudian daripadaku - bernama: Ahmad" (Muhammad) (Al – Quran surat Ash Shaf ayat 6)
              Adalah mudah sekali diketahui dan merupakan fakta sejak dari awal periode, seorang yang sangat diharapkan oleh orang Kristen, yang begitu besar jumlahnya tentang masalah kenabian, yang menunjukkan bahwa susunan yang diletakkan melalui pesan-pesan dalam gereja-gereja Romawi dan oleh orang-orang Protestan, tidak begitu umum dan mudah diterima. Dalam hal ini, Montanus, pada abad kedua, lebih dulu daripada tertullian memberikan sebuah contoh perbuatan, sebagaimana yang dipertimbangkan oleh ummatnya, mungkin ia adalah orang yang dijanjikan.

Wallahu Alam





0 komentar:

Posting Komentar

Alqur`an terjemah
Admin Von Edison alousci

 
Design by Blogger Themes | Bloggerized by Admin | free samples without surveys