CEK ID FACEBOOK

Senin, 09 September 2013

AKIDAH WAHABI SAMA DENGAN AKIDAH KRISTEN ,YAHUDI DAN AKIDAH SYIAH


Penulis : Oleh Von Edison Alouisci


“ SEBUAH FAKTA WALAU NGAKU ISLAM BELUM TENTU SEAKIDAH ,BERIMAN DENGAN TUHAN YANG BERBEDA KARNA KELIRU TUHAN YANG BAGAIMANA LAYAK DISEMBAH”


Dalam Akidah ,Wahhabi mendakwa Allah berbentuk SERUPA dgn manusia baik fisik maupun sipat (Rujuk kitab Wahhabi Aqidah Ahlul Imam oleh At-Tuwaijiriy).

nah..ternyata Akidah mereka ini sama dengan Akidah agama yahudi,agama Kristen dan golongan Islam dari Syiah yang konon katanya amat dibenci wahabi.

AKIDAH WAHABI SAMA DENGAN AKIDAH YAHUDI :


Dalam kitab Yahudi Safar Al-Muluk Al-Ishah 22 Nomor 19-20, Yahudi menyatakan akidah kufur di dalamnya :
قال فاسمع إذاً كلام الرب قد رأيت الرب جالسًا على كرسيه و كل جند السماء وقوف لديه عنيمينه و عن يساره
“Berkata : Dengarkanlah engkau kata-kata Tuhan,telah ku lihat Tuhan duduk di atas kursi dan ke semua tentera langit berdiri di sekitarnya kanan dan kiri” .
- Ibnu Taimiah ikut Membantu Yahudi Menyebarkan Akidah Yahudi ” Allah Duduk ” : Dalam kitab Ibnu Taimiah Majmu Fatawa Jilid 4 / 374 :
إن محمدًا رسول الله يجلسه ربه على العرش معه
“Sesungguhnya Muhammad Rasulullah, Tuhannya mendudukkannya diatas arasy bersamaNya”.
Tidak cukup dengan itu Ibnu Taimiah turut mengunakan lafaz kufur Yahudi DEMI MEN-YAHUDIKAN umat islam : Dalam Kitab Ibnu Taimiyah berjudul Syarh Hadith Nuzul cetakan Darul Asimah :

إذا جلس تبارك و تعالى على الكرسي سُمِع له أطيط كأطيط الرَّحل الجديد
artinya: ” Apabila Tuhan duduk di atas kursi maka akan terdengarlah bunyi seperti kursi baru diduduki”.

Lihat Kitab mereka: Fathul Majid,Karangan Abdul Rahman bin Hasan bin Mohd bin Abdul wahab,m/s:356,Cetakan Darul Salam,Riyadh. (Arab saudi) yang juga mengatakan” Allah Duduk Dikursi”

Akidah macam diatas diyakini wahabi sehingga Tidak salah jika ada nada sumbang yang mengatakan Wahabi adalah ISLAM ALA YAHUDI


AKIDAH WAHABI SAMA DENGAN KRISTEN

Perhatikan lagi dalam Injil Ajaran Kristiani :
عاشرا: ذكر عنه ما ورد عن الله في العهد القديم
Kristiani berkata pada nomor 7 :
“الله جالس على الكرسي العالي” (اش 6 :1-10) .
artinya: “Allah Duduk Di atas Kursi Yang Tinggi”.

Akidah macam diatas diyakini wahabi walapun dengan mode penyampaian berbeda namun maksudnya sama (menyamakan Tuhan seperti makhluk,mujasimah) sehingga Tidak salah jika ada nada sumbang yang mengatakan Wahabi adalah ISLAM ALA KRISTEN


AKIDAH WAHABI SAMA DENGAN AKIDAH GOLONGAN SYIAH

Wahhabi mendakwa Allah berbentuk SERUPA dgn manusia (Rujuk kitab Wahhabi Aqidah Ahlul Imam oleh At-Tuwaijiriy).

Tahukah anda,TERNYATA Syiah juga berakidah sedemikian. Al-Khomaini mendakwa: “Allah menjelma di cermin manusia dan SERUPA dgn bentuknya” (Rujuk Al-Khomainiy dlm Syarh Du’a).

Kesimpulannya..Syiah dan wahabi sama sama beranggapan Allah mencipta manusia seperti rupa bentuk Allah atau Allah Sama seperti bentuk Makhluknya.Walau cara kedua golongan ini menguraikannya dengan caranya masing masing.intinya tetap sama saja.

Lucunya Setiap kali Asawadul Adzom/Aljama`ah atau dikenal Ahlussunnah waljama`ah (aswaja) menjelaskan hukum sesatnya Akidah macam ini pada golongan Wahabi,Pengikut wahabi lantas teriak teriak jika Orang yang menjelaskannya Adalah Syiah(kambing hitamnya wahabi).padahal Akidah wahabi dengan syiah sama walau dalam hukum Ushul figh dan beberapa syariat lain keduanya berbeda. Bagiku Golongan ini dua duanya tidak masuk akal sehat.Rancu.


Ijma Ulama umumnya mengatakan : sekalipun seribu kali sholat sehari semalam, zakat dengan jumlah yang banyak,naik haji berulangkali..jika Akidahnya salah maka hukumnya Adalah majhul.Ibarat kaum kafir Kristen Sholat, Ini jelas tak ada gunanya. Tentu suatu yang luar biasa nyelenehnya jika mengaku Islam namun Tuhannya tanpa sadar menjadi TUHAN BERHALA

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan”. (HR. Ahmad)

dalam hadits diatas pada dasarnya menjelaskan pentingnya sanad Ilmu agar tidak menyimpang dari maksud maksud Rasulullah sesungguhnya.

berkata Imam Syafii : “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu ( karna merasa pintar sendiri memahami quran dan hadits”(Faidhul Qadir juz 1 hal 433).
terkait hal ini.. coba anda lihat tingkah laku wahabi salafi.semua hukum hukum agama seakan mereka ini lebih tahu dan lebih ahlinya dari golongan manapun.Meraka mengaku bermanhaj salaf,berpendapat berdasarkan sudut pandang para ulama salaf.Padahal pada kenyataan kebanyakan Para salaf justru tidak sama dengan paham paham wahabi mulai dari perkara Ushul figh sampai masalah akidah yang telah diuraikan diatas.

Mari kita lihat PERKATAAN SAUDARA KANDUNG MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB tentang Muhammad bin abdul wahab pendiri wahabi salaf sebagai bukti dasar jika paham wahabi tidak sama dengan tata cara ulama salaf

Sulaiman bin Abdul Wahhab adalah tokoh murni Ahlu Sunnah wal Jammaah .saudara muhmmad bin abdul wahab sendiri beliau dalam kitabnya yang berjudul [Ash-shawa’iq Al-ilahiyyah fi Ar-radd ‘ala Al-wahabiyyah], kepada Muhammad Abdul Wahhab beliau bertutur:

“Sejak jaman sebelum Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu pada jaman para imam Islam, belum pernah ada yang meriwayatkan bahwa seorang imam kaum Muslimin mengkafirkan sesama, mengatakan kepada mereka murtad dan memerintahkan untuk memerangi mereka. Belum pernah ada seorang pun dari para imam kaum Muslimin yang menamakan negeri kaum Muslimin sebagai negeri syirik dan negeri perang, sebagaimana yang Anda [Muhammad Abdul Wahab. Red] katakan sekarang. Bahkan lebih jauh lagi, Anda (muhammad binabdul wahab) mengkafirkan orang yang tidak mengkafirkan perbuatan-perbuatan ini, meskipun dia tidak melakukannya. Kurang lebih telah berjalan delapan ratus tahun atas para imam kaum Muslimin, namun demikian tidak ada seorang pun dari para ulama kaum Muslimin yang meriwayatkan bahwa mereka [para imam kaum Muslimin] mengkafirkan orang Muslim. Demi Allah, keharusan dari perkataan Anda ini ialah Anda mengatakan bahwa seluruh umat setelah jaman Ahmad -semoga rahmat Allah tercurah atasnya- baik para ulamanya, para penguasanya dan masyarakatnya, semua mereka itu kafir dan murtad. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” [lihat perkataan Muhammad Wahhab dalam novel Risalah Arba’ah Qawa’id, Muhammad bin Abdul Wahhab, hal 4].

Disini jelas Wahabi mengatasnamakan pemahaman kaum salaf untuk membodohi umat Islam padahal paham mereka justru berdasarkan itikad mereka sendiri ( berdasarkan paham pendiri wahabi dan pengikutnya) karna banyak sekali contoh paham wahabi tidak sama dengan paham kaum salaf dalam memahami Quran dan sunnah.

Betul dan Tidak salah jika ada wahabi berkata” BERDASARKAN QURAN DAN SUNNAH ” namun yang menjadi persoalan adalah soal memahaminya. Kepada siapa merujuk untuk memahami quran dan sunnah ??? menurut akal sendirikah ?? Ulama salafkah ?? atau Justru berdarkan apa yang dipahami muhammad bin abdul wahab si pendiri wahabi ??

Betul didalam Quran ada ayat ayat terkait Istiwa namun sekali lagi yang menjadi persoalan adalah soal memahaminya. Kepada siapa merujuk untuk memahami quran dan sunnah ??? menurut akal sendirikah ?? Ulama salafkah ?? atau Justru berdarkan apa yang dipahami muhammad bin abdul wahab si pendiri wahabi ??

Oke anggap saja memang berpaham salaf lantas bagaimana pendapat Aslinya mereka ?? kitab apa aslinya mereka ?? terbitan tahun berapa aslinya kitab mereka ?? karna sekarang banyak pemalsuan kitab salaf oleh wahabi maka rujukan kitab asli atau palsukah sebagai pedoman anda ?? sudahkah anda lebih teliti sampai kesini jika mau kebenaran ??

lebih spesifik lagi jika mengacu kitab ulama wahabi..apa pendapat mereka ?? darimana sumber pendapat mereka ?? sumber itu benarkah Original sebagaimana aslinya ?? sudahkah anda meyakinkan diri anda setelah meneliti semunya ??



Sekali lagi aku tekankan bahwa untuk memahaminya dengan benar adalah belajar dengan SANAD dan Sanad Adalah pedoman dari kebanyakan aswadul adzom atau aljama`ah atau aswaja sesungguhnya.

Imam Ibnul Mubarak mengatakan : “Pelajar ilmu yang tak punya sanad bagaikan penaik atap namun tak punya tangganya, sungguh telah Allah muliakan ummat ini dengan sanad agar tidak keliru” (Faidhul Qadir juz 1 hal 433).

Terkait soal perkara Akidah yang sudah dijelaskan diawal..jelas Wahabi salafi menyimpang dari pendapat mayoritas umat muslim (aljama`ah) dari mulai masa raslullah. Sahabat,tabiin,tabiun (kaum salaf). Belum pernah Ada sejarahnya di masa Rasulullah ada yang mengatakan Allah seperti makhlukNya lebih lebih dikatkan punya kaki.tangan.bisa duduk,menganggap seperti ukuran Nabi Adam,rambut kribo.tinggi sekian hasta seperti pendapat Ibnu Taimiyah ulama rujukan wahabi salafi.
bahkan Raslullah tidak pernah menjelaskan Jika Allah seperti demikian.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada sesuatupun selain-Nya”. (H.R. al Bukhari, al Bayhaqi dan Ibn al Jarud).
Makna hadits ini bahwa Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan), tidak ada sesuatu (selain-Nya) bersama-Nya. Pada azal belum ada angin, cahaya, kegelapan, ‘Arsy, langit, manusia, jin, malaikat, waktu, tempat dan arah. Maka berarti Allah ada sebelum terciptanya tempat dan arah, maka Ia tidak membutuhkan kepada keduanya dan Ia tidak berubah dari semula, yakni tetap ada tanpa tempat dan arah, karena berubah adalah ciri dari sesuatu yang baru (makhluk).

inti terpenting dalam hadits ini adalah..TUHAN TIDAK SAMA DENGAN MAKHLUK-NYA dan jangan membuat difinisi dengan anggapan anggapan seoalah Tuhan sama sperti makhluk-Nya lebih lebih dikatakan bisa Duduk,punya kaki dan tangan,rambut kriting dan lain lain..macam pendapat ulama wahabi yang Cuma PENDAPAT dan bukan merujuk nash sesungguhnya.

Lihatlah ayat-ayat Allah Swt dalam Al-Quran :
- {لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىءٌ } [سورة الشورى]
“ Tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai Allah “
- فَلاَ تَضْرِبُواْ لِلّهِ الأَمْثَالَ } [سورة النحل]
|“ Janganlah kalian membuat perumpamaan-perumpoamaan bagi Allah Swt “
- :{هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا } [سورة مريم]
“ Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia ? “
Semua ini membuktikan bahwa penjelasan kesucian Allah Swt dan sifat-sifat-Nya dari apa yang terlintas dalam pikiran berupa makna-makna jisim / fisik seperti duduk, dibatasi dengan arah, tempat, gerakan dan diam serta yang semisalnya dan inilah aqidah Ahlus sunnah wal jama’ah sesungguhnya.tidak ada Akidah Ahlus sunnah wal jama’ah macam wahabi salafi.dan jika ada maka itu Ahlus sunnah wal jama’ah PALSU.

(anda banyak melihat orang ngaku Ahlus sunnah wal jama’ah namun coba tanyakan paham akidah mereka karna itu yang membedakan ASLI DAN PALSU atau Cuma nyatut nama besar Ahlus sunnah wal jama’ah )

Jika kita perhatikan uraian diatas ..sesungguhnya Wahabi salafi justru menyimpang dari paham Rasulullah Sendiri bahkan menyimpang dari maksud quran. Jika sudah demikian.. wahabi adalah bohong besar jika mengaku pengikut Rasulullah dan tentu bohong besar pula jika berkata berdasarkan quran dan sunnah sesuai pemahaman salafus sholeh karna pada kenyataan banyak paham salafus sholeh yang tidak sama dengan paham wahabi salafi !. contoh sederhana saja..perkara akidah diatas,hukum figh semisal perkara Sholat. justru wahabi ngikuti cara Albani yang baru mati tahun 1999 lalu dan tentunya tidak ada bau salaf seujung kukupun. Padahal kaum salaf jika diteliti satu satu tidak ada sholat macam paham Albani si muhadits Anyar wahabi. belum lagi perkara lain yang kebanyakn wahabi realitanya justru ngikut paham Ulamanya sendiri macam muhmmad bin abdul wahab,bin baz.utsmain.albani.alu syeikh dll.

Anda mestinya lebih cermat,teliti dan mengkaji ulang setiap ajaran wahabi.jangan hanya mengatakan “syukron akhi atas pencintrongannya sungguh ilmu yang bermanpaat “
Mawas diri itu penting mengingat banyaknya golongan Islam yang masing masing CARI PENGIKUT SEBANYAK BANYAKNYA KARNA GOLONGAN MEREKA KECIL DAN TIDAK BISA SEBESAR ASWADUL ADZOM YANG DI RIDHOI RASULULLAH.( coba anda teliti. 72 golongan selain aljama`ah semuanya golongan kecil kecil atau minoritas termasuk wahabi )

Jika Anda masuk kategori GAMPANGAN maka sesungguhnya anda Tidak pernah belajar sungguh sungguh tentang syariat Islam karna jika ia sungguh sungguh maka ia akan sadari mana yang pantas di ikuti dan mana yang mesti di buang ke TONG SAMPAH.

kata kata sungguh sungguh disini artinya belajar dengan benar berpedoman dengan guru yang Sanad Ilmunya jelas dan berkesinabungan agar tidak keluar JALUR.Seseorang yang sungguh mau mendalami agama Dia akan menempuh pelajaran pada wadah yang jelas ( bukan belajar di internet yang segala kemungkinan keliru pasti banyak karna sumbernya seribu satu macam, bahkan orang Kristen kafir saja bisa dakwah ala Islam di internet !!! jika sudah demikian apakah anda yakin itu ajaran Islam yang benar ??
Di jejaring social banyak orang menggunakan Akun bodong atau Palsu dan apakah Anda yakin itu ajaran Islam yang benar manakala ia memberikan syiar Islam ?? akun jelas saja lum tentu benar Dakwahnya apalagi bodong !! dan bodong saja sudah MENIPU bagaimana mau jadi panutan ?

PIKIRKAN BAIK BAIK !!

Sebaiknya jika ada bahasan sesorang ada baiknya anda tanyakan lagi pada ahli ulama sebenarnya.Misalkan ada Ustad wahabi bercerita BLA BLA…. Maka kewajiban anda adalah menelitinya dengan banyak bertanya pada ahlinya semisal ULAMA YANG TERGABUNG PADA MUI,ULAMA ULAMA PONDOKAN YANG MUMPUNI MACAM di tebu ireng. Atau para peneliti Islam yang macam di universitas al adzhar mesir.
Tidak ada salahnya jika anda punya FACEBOOK atau akun jejaring social ADD ulama ulama demikian jika kebetulan mereka juga aktip untuk sharing dan bila perlu telpon langsung atau datang bertatap muka di tempat mereka.

MALU BERTANYA DENGAN AHLINYA , SESAT DIJALAN TANPA SADAR.
sekali lagi jangan mudah tertipu dengan ajaran yang TERLIHAT NYUNAH namun dianggap benar padahal mengajak anda ke pemahaman yang menyesatkan.Ingat, banyak orang Akibat tidak teliti dengan cara yang benar.justru menjadi bahan tertawaan AHLI ULAMA yang melihat tapi ia tidak sadar sehingga ngotot TETAP NGAKU BENAR padahal masih jauh dari ahli ijtihad.

APA SALAH SARANKU ??

ini saran bagi yang mau memahami agama dengan benar.namun segala sesuatunya terserah anda.
dan sekadar renungan anda ingatlah ini baik baik agar sebaiknya ikutilah paham aljama`ah :

Rasulullah shallallah alayhi wa aalihi wa sallam bersabda,” Barangsiapa yang memisahkan diri dari jamaaah ( Khilafah Islam ), maka ia mati sebagaimana bangkai jahiliyyah “ ( H.R. Muslim ).
Nabi juga memerintahkan supaya berpegang tegung pada jamaah mayoritas.Dari Anas bin Malik ra berkata : “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadinya perselisihan, maka ikutilah kelompok mayoritas.(aswadul adzom)” [HR. Ibnu Majah (3950), Abd bin Humaid dalam Musnad-nya (1220) dan al-Thabarani dalam Musnad al-Syamiyyin (2069).

Printah Printah Rasullah jelas agar kita ikut Aljama`ah dan tentu saja paham paham aljama`ah karna secra tidak langsung Rasulullah meridhoi pendapat pendapat aljama`ah atau aswadul adzom yang di dalamnya benar benar mengikuti Tiga generasi awal terbaik ( sahabat.tabiin dan tabiun) tanpa perantara macam wahabi lewat kajian pendirinya Muhmmad bin abdul wahab. Artinya..aswadul adzom atau aljama`ah atau sekarang disingkat aswaja focus langsung pada paham paham tiga generasi itu dgn mengetahuinya melalui hukum SANAD yang menekankan amanah sehingga tidak pernah menyimpang dari uraian sesungguhnya dari
genarasi awal.

Printah Rasulullah dalam hadits hadits diatas adalah sunnah dan buktikan jika memang mengikuti sunnah dan cinta Rasulullah dan anda boleh teliti semua hadits manapun..bahwa tidak ada printah Rasulullah yang menganjurkan kita ikut sekte/firqoh atau golongan sempalan termasuk wahabi atau syiah yang jumlah pengikutnya tidak pernah terbukti besar.

Aljama`ah yang dimaksud Rasulullah adalah mayoritas bukan aljama`ah minoritas macam wahabi maka itulah disebut Aswadul adzom.(pengikut terbanyak dihitung dari semua golongan Islam akan tetapi menjadi pengikut Minoritas jika dihitung dari semua golongan Yahudi (70) Kristen (71) Islam selain aljama`ah (72). Artinya Aswadul adzom besar jumlah dalam islam namun kecil dalam semua golongan manapun.

Rasulullah memerintahkan umatnya agar ikut Aljma`ah karna sesungguhnya Islam itu jumlahnya sedikit dibandingkan kaum kafir macam Kristen dan yahudi yang jumlahnya 141 golongan ! ini belum lagi ditambah dengan sekte/firqoh/ golongan kecil kecil dalam islam macam wahabi yang jumlahnya 72 golongan.sehingga jika mau ditotal maka jumlahnya golongan yang keluar dari jalur ada 213 golongan !!

Disini sesungguhnya Rasulullah menekankan PERSATUAN ISLAM Untuk mengimbangi kaum kafir Namun sebagian umatnya tidak mengerti sehinggga pada akhirnya Rasulullah menjelaskan Islam akan pecah 73 golongan dan satu yang selamat.

Rasulullah juga bersabda tentang pembelaannya terhadap Aljama`ah yang tetap bertahan dan sekaligus peringatan Rasulullah :


“إِنَّ اللهَ لَا يُجْمِعُ أُمَّةِ عَلَى ضَلَالَةٍ وَيَدُ اللهِ مَعَ الجَمَاعَةِ وَمَنْ شَذَّ شَذَّ إِلَى النَّارِ”
“Sesungguhnya Allah tidak menghimpun ummatku diatas kesesatan. Dan tangan allah bersama jama’ah (ahlusuuanh waljama`ah/aswaja/ aswadul adzom/pengikut terbanyak/sunni). Barangsiapa yang menyelewengkan, maka ia menyeleweng ke neraka“. (HR. Tirmidzi: 2168). “Barangsiapa yang menolak sunnahku maka bukan dari golonganku” (Shahih Bukhari).

Ada hadits yang menjelaskan golongan sedikit dan yang lain menjelaskan mayoritas sebagaimana hadits hadits diatas.
Nah tidak mungkin Rasulullah Plin-plan toh ?? justru satu sama lain sama sekali tidak bertentangan sebagaimana penjelasanku diatas.

Wahabi salafi ada yang ngotot jika golongan sedikit itu yang selamat karna mereka memang golongan sedikit.namun tidak sadar jika mereka menantang hadits lain tentang Printah Rasulullah agar ikut mayoritas.

Disini anda mesti belajar UNTUK LEBIH TELITI agar memahami hadits tidak keliru dan satu sama lain tidak bertentangan karna tidak mungkin Rasulullah mengajarkan sesuatu yang membingungkan umat kecuali umatnya memang tidak mau mengerti dan mempelajari maksud Rasulullah dengan cara yang benar.(belajar kaidah sanad )

Aku tidak membenci orang wahabi namun Benci dengan ajaran wahabi yang realitanya menghancurkan Islam dari dalam dengan mengotori hukum hukum Islam yang sudah mapan sehingga Islam menjadi lemah dan mudah di masuki ajaran kaum kafir sedikit demi sedkit.

Banyak Ulama mengatakan” Sesungguhnya wahabi berusaha mengkafirkan kaum islam yang jelas ke Islamannya sementara mereka tanpa sadar membela kaum kafir sejati dengan ajaran akidahnya ( Tri tauhid ).Berbeda dengan aswadul adzom atau aswaja yang justru berusaha membela Sunnah Rasulullah secara syar`i dan meng-Islam kaum kafir serta berusaha meluruskan paham paham keliru dari sekte/firqoh yang menyimpang.

Semoga uraianku yang sederhana ini dapat menjadi masukan dan bahan renungan kita bersama.

ANDA TIDAK BERFIKIR JERNIH MAKA ANDALAH YANG RUGI DAN KESAMPINGKAN JIKA TIDAK BERMANPAAT KARNA INI BUKAN PEMAKSAAN KEHENDAK

INTAHA

salam Aswaja


0 komentar:

Posting Komentar

Alqur`an terjemah
Admin Von Edison alousci

 
Design by Blogger Themes | Bloggerized by Admin | free samples without surveys