CEK ID FACEBOOK

Senin, 09 September 2013

MENGKAJI HADITS ANDALAN WAHABI SALAFI YANG MENGKLAIM DOA ITU KAGAK SAMPAI KECUALI DOA ANAK YANG SHOLEH


Penulis dan analisis : Von Edison Alouisci
web pribadi http://v-e-alouisci.blogspot.com/



Ini hadits yang biasa dijadikan andalan wahabi salafi yang menganggap doa tidak samapi kecuali hanya anak yang sholeh.redaksinya sbb :

"Apabila mati seorang manusia maka terputus amalannya kecuali tiga:

1) Sedekah jariyah.

2) Ilmu yang bermanfaat (yaitu ilmu agama yang diamalkan dan diajarkan).

3) Anak shalih yang selalu mendoakannya.

[HR.Muslim dari Abu Hurairah رضي اَللّهُ عنه ]

Menurut ku neh..memahaminya begini :

1.sedekah jariyah.
artinya si mati ketika masih hidup ia banyak beramal jariyah.dan amal inlah yang tidak terputus.

2.Ilmu yang bermanfaat
artinya ketika si mati masih hidup,ia banyak menebarkan ilmu ilmu yang bermanpaat bagi kemaslahatan umat,maka selagi ilmu ini diamalkan orang maka simati tetap selalu menerima kebaikan dari apa yang telah ia sumbangkan.

3.Anak yang sholeh.
artinya..ketika si mati masih hidup,ia memilki..anak anak yang taat beribadah,memahami agama dengan benar,berakidah dengan akidah yang tidak keliru.memenuhi unsur unsur ukhuwah karna tidaklah sesorang itu mampu menjadi anak yang sholeh jika ukhuwah saja tidak terpenuhi.sesungguhnya anak yang sholeh..memilki pergaulan menebarkan khasanah syiar islam dan ia disenangi banyak orang.
Doa anak yang demikian insyaallah membuka jalan mudah bagi si mati.

akan tetapi,jika seorang anak..tindak dan tanduknya meresahkan umat,mudah membid`ahkan orang,mudah mengatakan syrik,mudah mangatakan kafir.. maka kata kata MUDAH disini artinya ia dangkal pengetahuan agama.dan tidaklah pantas dikatakan anak yang sholeh jika amal ibadahnya sendiri selalu menjadi ladang permusuhan dan menghancurkan Uhkuwah dan kasih sayang sesama.

Apakah anak semacam ini doanya makbul ??
bukankah ia tanpa sadar suka menganiaya sesamanya dengan kata kata bid`ah,syrik dan kafir sementara wawasan ilmu agamanya masih terbatas ??

ini justru akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri karna ia tanpa sadar mendapatkan do`a dari orang yang ia aniaya..

"Ketika Rasulullah SAW mengutus Mu’adz ke Yaman, beliau bersabda kepadanya, “Takutlah kalian terhadap do’a orang yang dizhalimi, karena tidak ada hijab antara do,a itu dengan Allah” (HR. Bukhari)

anak yang tidak tanduknya zalim jutru didoakan orang lain yang merasa teranaiaya.jika sudah demikian..apakah ia pantas disebut anak yang sholeh karna meresahkan umat ??

INGAT BAIK BAIK..

Ada banyak hadits yang menjelaskan sampainya suatu doa..

1.Diriwayatkan dari Abu Darda’ ra., bahwasanya ia berkata, “Apabila seorang Muslim mendo’akan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka pasti malaikat yang ditugaskan (kepadanya) akan mengucapkan, “Engkaupun akan mendapatkan yang semisalnya”. (HR. Muslim)

kaidah hadits diatas juga berlaku,terhadap orang yang mati.dan orang yang mati tidak tahu jika ia di doakan saudaranya.dan bagi si pen-Doa,ia juga mendapat kebaikan dari apa yang ia Usahakan (berdoa)

2.Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga do’a mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu do’a orang yang teraniaya, do’a musafir, dan do,a orang tua untuk anaknya” (HR. Tirmidzi, dll.

Kaidah hadits diatas adalah jawaban bahwa tidak hanya seorang anak yang sholeh yang mustajab..dan itu menepis pandangan wahabi salafi yang katanya hanya Doa anak yang sholeh.

untuk jelasnya perhatikan hadits hadits berikut :

Dari Abu Hurairah ra., secara marfu’, “Ada tiga golongan yang do’anya tidak ditolak, orang yang berpuasa hingga berbuka, do’a pemimpin yang adil dan do’a orang yang teraniaya. Allah akan mengangkat do’a mereka ke atas awan, membukakan pintu-pintu langit untuknya, dan berfirman, ‘Demi kemuliaan-Ku, sungguh, Aku akan menolongmu walaupun dengan selang waktu’” (HR. Tirmidzi, dll.

Dari Mu’adz bin Jabal, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Apabila seorang muslim tidur dalam keadaan berdzikir dan suci, lalu terbangun di malam hari, kemudian berdo’a kepada Allah SWT meminta kebaikan dunia dan akhirat, maka pasti Allah akan memberikan kepadanya”. (HR. Abu Dawud dan Ahmad

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra., dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang menunaikan haji, dan orang yang menunaikan umrah adalah utusan-utusan yang menghadap kepada Allah. Mereka dipanggil oleh-Nya, lalu mereka memenuhi panggilan-Nya, dan mereka pun meminta kepada-Nya, maka Allah akan memberinya” (HR. Ibnu Majah,

Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Ada tiga golongan yang do’anya tidak akan ditolak, yaitu orang yang banyak berdzikir kepada Allah, orang yang teraniaya, dan pemimpin yang adil” (HR. al-Baihqi dan ath-Thabrani

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT berfirman, ‘Barangsiapa memusuhi kekasih-Ku, maka sungguh Aku menyatakan perang dengannya. Hamba-Ku tidak akan dapat mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku terus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan amalan-amalan nafil, sehingga Aku mencintainya. Maka jika Aku telah mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, tangannya yang dengannya ia memegang dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Aku akan memberinya. Jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Aku akan melindunginya. Aku tidak pernah ragu-ragu dalam sesuatu yang Aku kerjakan seperti keraguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin. Hal itu karena ia tidak suka mati, sedangkan Aku tidak suka keburukan terjadi kepadanya’” (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda. “Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang”. (HR. Tirmidzi, dan al-Hakim. Dishahihkan oleh Imam Dzahabi

FIRMAN ALLAH :

firman Allah SWT.

“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya ; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu”. (QS. Az-Zumar : .

Dan firman Allah SWT:

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya”. (QS. Yunus : 12)

Allah SWT berfirman: “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)”. (QS. An-Naml 27: 62)

Masih banyak lagi..anjuran Doa bagi umat muslim jika ita teliti dan tidaklah Dianjurkan jika Doa itu tidak sampai.
dan satu hal lagi dari banyak redaksi hadits dan quran..sangat jelas sesungguhnya doa tidak terbatas apakah ia berdoa pada sesam yang masih hidup ataukah yang sudah mati atau pula bagi dirinya sendiri.

Sedikit uraian yang aku sampaikan ini semoga dapat menjadi masukan dan juga bantahan pada wahabi salafi yang katanya Doa itu tidak sampai kecuali anak yang sholeh sebagaimana ungkapan hadits andalan wahabi pada pokok uraian diatas.dan silahkan teliti lebih jauh lagi hadits hadits lain terkait persoalan ini.

INTAHA.

0 komentar:

Posting Komentar

Alqur`an terjemah
Admin Von Edison alousci

 
Design by Blogger Themes | Bloggerized by Admin | free samples without surveys